Malam itu rembulan bersinar terang, bintang-bintang menampakkan
dirinya dan suara kendaraan yang berlalu lalang masih terdengar. Di sebuah
rumah bergaya Eropa terlihat Zaskia yang resah menunggu kekasihnya. Beberapa
menit ia telah menunggu dan akhirnya orang yang ia tunggupun datang.
”Permisi, Zaskia!” Teriak seorang pria dari luar rumah.
”Mari silahkan masuk! Silahkan duduk mas, saya akan memanggil
mbak Zaskia dulu.” Kata bi Sum
kepada pria itu.
”Siapa yang datang bi?” Teriak Zaskia.
”Mas Richi, Mbak. Dia ada di
ruang tamu.” kata bi Sum
Zaskia segera menemui kekasihnya itu. Zaskia sangat bahagia. Mereka berjanji untuk menonton film malam ini.
Zaskia berpamitan kepada orangtuanya.
”Ibu, ayah!
Kia pergi dulu ya!” Kata Zaskia pamit.
”Ya,
hati-hati Kia!” Jawab Ibu.
Malam ini
mereka menonton film Romeo and Juliet. Film yang mengisahkan tentang dua insan
yang saling mencintai. Sang pria bernama Romeo dan sang gadis bernama Juliet.
Cinta mereka tidak mendapatkan restu dari orangtua Juliet. Orang tua Juliet
berusa untuk memisahkan mereka berdua dengan berbagai cara namun karena
kekekalan cinta mereka, semua halangan itu dapat mereka lewati. Kekekalan cinta mereka tak dapat terpisahkan walaupun
maut menjemput mereka berdua. Film itu telah membuat Zaskia terharu.
Di malam yang
sama, setelah mereka menonton film itu, mereka mengucap janji sehidup semati.
”Kia, malam
ini aku berjanji kalau aku akan selalu ada disamping kamu.
Aku nggak akan meninggalkan kamu.” Kata Richi
memegang tangan Kia.
”Aku juga
janji. Selama aku hidup dan selama kita masih bersama,
aku
nggak akan berpaling.” Kata Zaskia.
Tahun berganti tahun terasa begitu cepat bagi Zaskia dan Richi yang
terus mengisi tahun-tahun itu dengan cinta mereka. Tiga tahun telah ia lewati bersama Richi, dan setiap hari yang
Zaskia lewati tak pernah lepas dari bayang-bayang Richi di pikirannya. Semua
SMS ataupun telfon dari Richi tak pernah Kia abaikan. Setiap detik yang ia lewati bersama Richi begitu berarti baginya. Tak
pernah ada rasa penyesalan, yang ada hanyalah kebahagiaan yang terus
menyelimuti diriya saat ia bersama kekasihnya itu.
’Malam ini, aku akan menonton bersamanya Richi. Huf, tak sabar
rasanya
untuk merayakan hari jadian
kami yang ke tiga.’ pikir Zaskia.
Zaskia sedang membungkus sesuatu untuk kekasihnya sebagai hadiah hari
jadi mereka yang ke tiga. Wajahnya telihat sangat bahagia. Tiba-tiba seseorang
mengetuk pintu rumahnya. Bi Sum segera membukakan pintu dan mempersilahkan
orang itu untuk masuk. Orang itu adalah sahabat Zaskia.
”Mbak Zaskia, ada mbak Reka datang.” Teriak bi Sum.
”Ia bi, tolong suruh Reka ke kamar aja ya.” Teriak Kia dari dalam
kamar.
”Mbak Reka! Mbak Kia bilang langsung ke kamarnya aja!” Kata Bi Sum.
”Ya. Makasih ya Bi!”
Beberapa menit kamudian Reka masuk ke kamar Zaskia dengan wajah
sembab seperti habis menangis. Reka memeluk Zaskia erat. Zaskia bingung akan
sikap sahabatnya itu. Ia bertanya kenapa Reka menangis. Reka berusaha untuk
menceritakan semuanya, namun ia tak mampu melakukannya. Reka tak ingin
sahabatnya sedih.
”Reka ada apa?” Tanya Zaskia bingung.
”Aku nggak bisa jelasin semua ini. Semuanya terlalu rumit. Semoga
surat Richi bisa menjelaskan
semuanya.” Kata Reka terbata-bata.
”Richi? Mungkin ia ingin memberiku kejutan untuk hari istimewa ini.”
Zaskia sangat bahagia mendapatkan surat dari Richi. Ia melihat amplop
surat biru dan secarik kertas merah muda didalamnya. Zaskia mulai membaca surat
itu dengan seksama. Paras wajahnya berubah setelah membaca surat itu. Raut wajahnya
memperlihatkan duka yang sangat dalam dan matanya sembab, hampir menangis.
Kini Richi telah meninggalkannya untuk selamanya. Pria yang
membuatnya selalu bahagia kini tlah tiada. Surat dari Richi itu berbunyi:
Zaskia, mungkin saat kau membaca surat ini, aku tlah pergi jauh. Aku
sangat bahagia dapat mengenalmu. Kau telah membuatku mengerti apa itu cinta. Cinta
yang mampu memberiku semangat untuk hidup. Kau juga telah membuat hidupku lebih
berwarna. Kia, walaupun aku mencintaimu tapi aku tahu, takdir kita berbeda. Aku
mengidap kanker otak stadium 3. Aku tahu umurku sudah tak lama lagi, Kia. Aku
takut memberitahumu karena aku tak mau membuatmu sedih. Aku tak bisa melihatmu
sedih hanya karna seorang pria tak sempurna sepertiku. Aku ingat jika kita
pernah membuat janji sehidup semati. Tapi, ku mohon jangan kau jalankan janji
itu. Lupakan semuanya, Kia. Umurmu masih panjang, masa depanmu cerah, dan aku
bukanlah pria satu-satunya yang mencintaimu. Ku mohon lanjutkanlah hidupmu.
Jika kau tak bisa hidup tanpaku, aku rela kau melupakanku dan seluruh kisah
cinta kita untuk selamanya. Kia, apa kamu tahu arti true love never die?
Kalimat itu mengungkapkan perasaanku padamu. Satu hal yang harus kau tahu kalau
aku masih mencintaimu dan aku ingin kau bahagia walaupun kebahagiaanmu bukan
bersamaku. Mungkin tubuhku memang tak lagi ku miliki tapi, aku yakin perasaanku
padamu tetap akan merekat pada rohku kemanapun aku pergi. Aku akan mencintaimu
untuk selamanya Zaskia.
From : Richi.
Dengan berburai air mata, Zaskia keluar rumah dan meninggalkan Reka
di kamarnya. Ia menyetir mobilnya dengan kecepatan tinggi.
’Kamu jahat
Richi. Hari ini seharusnya jadi hari bahagia buat kita. Tapi
kamu justru pergi meninggalkan aku!’ Fikir Kia sedih.
Saat di
tikungan, ada sebuah truk pengangkut pasir yang mogok. Zaskia tak dapat
mengendalikan laju mobilnya. Zaskia membanting setir dan masuk ke dalam jurang sedalam 15 meter. Warga sekitar berusaha menolongnya, tapi kondisinya kritis. Satu minggu Kia
koma di rumah sakit. Saai ia tersadar, kondisinya
sangat lemah. Ia melihat banyak orang mengerubunginya. Ia melihat orang tuanya
ada di sampingnya. Ia berkata kepada orang tuanya.
”Ibu,Ayah maafkan aku. Aku tlah
merepotkan kalian.Terima kasih
atas semuanya. Kia sayang ayah dan ibu. Tapi Kia harus mengejar
orang yang Kia sayangi. Kia
sudah tidak kuat lagi Ayah. Maafkan Kia
ayah, Ibu!”Bisik Kia terbata-bata.
‘Richi, tolong tunggu aku. Aku mencintaimu, maaf jika aku tak
menuruti permintaanmu tapi aku hanya bisa mencintaimu. Tolong
tunggu aku. Aku akan menyusulmu ke sana. Semoga kisah cinta kita
abadi seperti Romeo and Juliet walaupun kita
tlah tiada.’ Pikir Zaskia.
Beberapa detik kemudian Zaskia tak sadarkan diri. Dokter tlah
melakukan apapun untuk menolongnya. Tapi, rohnya telah menolak untuk kembali
hidup. Zaskia telah tiada. Orangtuanya menangis histeris.
Orangtuanya
memutuskan untuk memakamkannya disebelah makam Richi agar Richi dan Zaskia
dapat selalu bersama. Reka sering menjenguk ke dua makam sahabatnya itu.
”Richi, Kia!
Entah kalian bisa mendengarku atau tidak? Tapi aku
selalu berdoa agar kalian selalu bersama!”
Kata Reka berdoa.
Di alam sana, Zaskia dan Richi tersenyum mendengar doa yang
dipanjatkan Reka. Mereka berdoa agar Reka mendapatkan kebahagiaan dalam
hidupnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar