Jumat, 13 April 2012

True love never die



          Malam itu rembulan bersinar terang, bintang-bintang menampakkan dirinya dan suara kendaraan yang berlalu lalang masih terdengar. Di sebuah rumah bergaya Eropa terlihat Zaskia yang resah menunggu kekasihnya. Beberapa menit ia telah menunggu dan akhirnya orang yang ia tunggupun datang.
          ”Permisi, Zaskia!” Teriak seorang pria dari luar rumah.
          ”Mari silahkan masuk! Silahkan duduk mas, saya akan memanggil
           mbak Zaskia dulu.” Kata bi Sum kepada pria itu.
          ”Siapa yang datang bi?” Teriak Zaskia.
          ”Mas Richi, Mbak. Dia ada di ruang tamu.” kata bi Sum     
          Zaskia segera menemui kekasihnya itu. Zaskia sangat bahagia. Mereka berjanji untuk menonton film malam ini. Zaskia berpamitan kepada orangtuanya.
”Ibu, ayah! Kia pergi dulu ya!” Kata Zaskia pamit.
”Ya, hati-hati Kia!” Jawab Ibu.
Malam ini mereka menonton film Romeo and Juliet. Film yang mengisahkan tentang dua insan yang saling mencintai. Sang pria bernama Romeo dan sang gadis bernama Juliet. Cinta mereka tidak mendapatkan restu dari orangtua Juliet. Orang tua Juliet berusa untuk memisahkan mereka berdua dengan berbagai cara namun karena kekekalan cinta mereka, semua halangan itu dapat mereka lewati. Kekekalan cinta mereka tak dapat terpisahkan walaupun maut menjemput mereka berdua. Film itu telah membuat Zaskia terharu.
Di malam yang sama, setelah mereka menonton film itu, mereka mengucap janji sehidup semati.
”Kia, malam ini aku berjanji kalau aku akan selalu ada disamping kamu.
 Aku nggak akan meninggalkan kamu.” Kata Richi memegang tangan Kia.
”Aku juga janji. Selama aku hidup dan selama kita masih bersama, aku
 nggak akan berpaling.” Kata Zaskia.
          Tahun berganti tahun terasa begitu cepat bagi Zaskia dan Richi yang terus mengisi tahun-tahun itu dengan cinta mereka. Tiga tahun telah ia lewati bersama Richi, dan setiap hari yang Zaskia lewati tak pernah lepas dari bayang-bayang Richi di pikirannya. Semua SMS ataupun telfon dari Richi tak pernah Kia abaikan. Setiap detik yang ia lewati bersama Richi begitu berarti baginya. Tak pernah ada rasa penyesalan, yang ada hanyalah kebahagiaan yang terus menyelimuti diriya saat ia bersama kekasihnya itu.
          ’Malam ini, aku akan menonton bersamanya Richi. Huf, tak sabar rasanya
           untuk merayakan hari jadian kami yang ke tiga.’ pikir Zaskia.
          Zaskia sedang membungkus sesuatu untuk kekasihnya sebagai hadiah hari jadi mereka yang ke tiga. Wajahnya telihat sangat bahagia. Tiba-tiba seseorang mengetuk pintu rumahnya. Bi Sum segera membukakan pintu dan mempersilahkan orang itu untuk masuk. Orang itu adalah sahabat Zaskia.
          ”Mbak Zaskia, ada mbak Reka datang.” Teriak bi Sum.
          ”Ia bi, tolong suruh Reka ke kamar aja ya.” Teriak Kia dari dalam kamar.
          ”Mbak Reka! Mbak Kia bilang langsung ke kamarnya aja!” Kata Bi Sum.
          ”Ya. Makasih ya Bi!”
          Beberapa menit kamudian Reka masuk ke kamar Zaskia dengan wajah sembab seperti habis menangis. Reka memeluk Zaskia erat. Zaskia bingung akan sikap sahabatnya itu. Ia bertanya kenapa Reka menangis. Reka berusaha untuk menceritakan semuanya, namun ia tak mampu melakukannya. Reka tak ingin sahabatnya sedih.
          ”Reka ada apa?” Tanya Zaskia bingung.
          ”Aku nggak bisa jelasin semua ini. Semuanya terlalu rumit. Semoga
           surat Richi bisa menjelaskan semuanya.” Kata Reka terbata-bata.
          ”Richi? Mungkin ia ingin memberiku kejutan untuk hari istimewa ini.”
          Zaskia sangat bahagia mendapatkan surat dari Richi. Ia melihat amplop surat biru dan secarik kertas merah muda didalamnya. Zaskia mulai membaca surat itu dengan seksama. Paras wajahnya berubah setelah membaca surat itu. Raut wajahnya memperlihatkan duka yang sangat dalam dan matanya sembab, hampir menangis.
          Kini Richi telah meninggalkannya untuk selamanya. Pria yang membuatnya selalu bahagia kini tlah tiada. Surat dari Richi itu berbunyi:
          Zaskia, mungkin saat kau membaca surat ini, aku tlah pergi jauh. Aku sangat bahagia dapat mengenalmu. Kau telah membuatku mengerti apa itu cinta. Cinta yang mampu memberiku semangat untuk hidup. Kau juga telah membuat hidupku lebih berwarna. Kia, walaupun aku mencintaimu tapi aku tahu, takdir kita berbeda. Aku mengidap kanker otak stadium 3. Aku tahu umurku sudah tak lama lagi, Kia. Aku takut memberitahumu karena aku tak mau membuatmu sedih. Aku tak bisa melihatmu sedih hanya karna seorang pria tak sempurna sepertiku. Aku ingat jika kita pernah membuat janji sehidup semati. Tapi, ku mohon jangan kau jalankan janji itu. Lupakan semuanya, Kia. Umurmu masih panjang, masa depanmu cerah, dan aku bukanlah pria satu-satunya yang mencintaimu. Ku mohon lanjutkanlah hidupmu. Jika kau tak bisa hidup tanpaku, aku rela kau melupakanku dan seluruh kisah cinta kita untuk selamanya. Kia, apa kamu tahu arti true love never die? Kalimat itu mengungkapkan perasaanku padamu. Satu hal yang harus kau tahu kalau aku masih mencintaimu dan aku ingin kau bahagia walaupun kebahagiaanmu bukan bersamaku. Mungkin tubuhku memang tak lagi ku miliki tapi, aku yakin perasaanku padamu tetap akan merekat pada rohku kemanapun aku pergi. Aku akan mencintaimu untuk selamanya Zaskia.
                                                                   From  :         Richi.

          Dengan berburai air mata, Zaskia keluar rumah dan meninggalkan Reka di kamarnya. Ia menyetir mobilnya dengan kecepatan tinggi.
’Kamu jahat Richi. Hari ini seharusnya jadi hari bahagia buat kita. Tapi
 kamu justru pergi meninggalkan aku!’ Fikir Kia sedih.
Saat di tikungan, ada sebuah truk pengangkut pasir yang mogok. Zaskia tak dapat mengendalikan laju mobilnya. Zaskia membanting setir dan masuk ke dalam jurang sedalam 15 meter. Warga sekitar berusaha menolongnya, tapi kondisinya kritis. Satu minggu Kia koma di rumah sakit. Saai ia tersadar, kondisinya sangat lemah. Ia melihat banyak orang mengerubunginya. Ia melihat orang tuanya ada di sampingnya. Ia berkata kepada orang tuanya.
          ”Ibu,Ayah maafkan aku. Aku tlah merepotkan kalian.Terima kasih
           atas semuanya. Kia sayang ayah dan ibu. Tapi Kia harus mengejar
 orang yang Kia sayangi. Kia sudah tidak kuat lagi Ayah. Maafkan Kia  
 ayah, Ibu!”Bisik Kia terbata-bata.
          ‘Richi, tolong tunggu aku. Aku mencintaimu, maaf jika aku tak
           menuruti permintaanmu tapi aku hanya bisa mencintaimu. Tolong
 tunggu aku. Aku akan menyusulmu ke sana. Semoga kisah cinta kita          
 abadi seperti Romeo and Juliet walaupun kita tlah tiada.’ Pikir Zaskia.
          Beberapa detik kemudian Zaskia tak sadarkan diri. Dokter tlah melakukan apapun untuk menolongnya. Tapi, rohnya telah menolak untuk kembali hidup. Zaskia telah tiada. Orangtuanya menangis histeris.
Orangtuanya memutuskan untuk memakamkannya disebelah makam Richi agar Richi dan Zaskia dapat selalu bersama. Reka sering menjenguk ke dua makam sahabatnya itu.
”Richi, Kia! Entah kalian bisa mendengarku atau tidak? Tapi aku
 selalu berdoa agar kalian selalu bersama!” Kata Reka berdoa.
          Di alam sana, Zaskia dan Richi tersenyum mendengar doa yang dipanjatkan Reka. Mereka berdoa agar Reka mendapatkan kebahagiaan dalam hidupnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar