Senin, 26 Mei 2014

Lampion


Pedihkah dia?
Ataukah dia kebahagiaan?
Ia bernama kasih
Ia bernama cinta
Tapi aku taak mengerti dia
                             Apa ini karnanya?
                             Air mata yang tak henti mengalir
                             Entah kecewa, entah bahagia
                             Entah jua apa tujuannya
Ada yang bilang
Air mata cinta itu indah
Air mata mewarnai hati
Layaknya hujan mengobati bumi
Layaknya bintang menerangi malam
                             Saat cinta merayap datang
                             Lampion hati mulai mengerjap
                             Degup jantung merajai diri
                             Serta rona pipi yang tak tersembunyi
Namun, akankah lampionku bertahan?
Aku tak ingin lampionku meredup
Aku tak ingin cinta ini melapuk
Aku tak ingin hati ini meradang
Dan ku tak ingin diri ini terjatuh
                             Bantu aku,
                             Bantu aku menyinari lampionku
                             Menyinari hidupku, hatiku, serta hariku
                             Setidaknya, menggores siluet senyum
                             Di wajah murah ini
Di saat lampionku meredup
Ku kan mampu mengganti lampion itu
Dengan lampion lain yang akan singgah
Suatu saat nanti.. Ya suatu saat 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar